Salam...

Ini Pengalaman pribadi saya dengan rekan yang sama-sama suka sesuatu barang murah. Perbedaannya rekan saya ini tidak memiliki suatu sense atau nilai kualitas yang baik.
Misalnya : pada waktu itu saya sedang merenovasi kamar mandi saya, tentu saya sudah prepare dengan belanja kebutuhan aksesoris kamar mandi. Mulai dari keramik, kran air, closed, shower dan sebagainya.
Eh... rekan saya menawarkan "Pak, ini ada produk yang murah dari punya bapak yang bagi saya mahal"
kemudian spontan saya bilang.."murah? boleh...tapi seperti apa barangnya?".
Esok harinya rekan saya ini membawa barang yang dimaksud dengan penjelasan juga selisih harganya. Tapi saya langsung menolak....tanya rekan saya "kenapa tidak beli yang ini aja pak?". Saya coba jelaskan..."bro, saya suka barang yang murah tapi bukan murahan, sekarang kamu lihat produk ini...ini barang standart internasional, kualitas no 1 dan bermerk (yang sudah diakui mutunya) sedangkan yang kamu tawarkan barang yang tidak standart, kualitas yang dibawah dan belum diakui keberadaannya...bagi saya itu bukan murah, yang saya maksudkan murah adalah barang dengan standart mutu yang baik dan diakui tapi memiliki selisih harga yang lumayan...".
Jadi saudara-saudara... itulah gunanya hunting, survey dari toko ke toko dari referensi ke referensi dan biasanya beda toko, lokasi mempunyai selisih harga dengan Produk yang sama.
Tentukan dulu nilai (sense) anda, survey, cari referensi kalkulasi dan mulailah berbelanja.
Semoga ini juga menjadi nasehat bagi anda untuk lebih bijak menggunakan kemampuan anda berbelanja...selamat ber hunting.